Benar sekali kalo orang bilang hidup itu rumit. Gak Cuma rumit, bahkan sangat rumit. Banyak hal yang sepanjang hidup akan kita pelajari tentang hidup itu sendiri.
Semua kita dapatkan dari pengalaman, dari masalh yang muncul dari orang-orang sekitar kita, dan masalah dari diri kita sendiri.
Belakangan ini aku mengalami beberapa masalah dan diceritakan juga beberapa masalah oleh beberapa teman-temanku. Semuanya mulai dari masalah yang paling kecil sampai yang paling rumit. Semuanya menyangkut perasaan. Tentang kemarahan, tentang sakit hati, tentang kesedihan, tentang kebingungan, dan kecewa. Sebenarnya, kenapa semuanya itu menimbulkan masalah?
Hidup memang menyangkut perasaan juga.
Manusia terutama, pasti punya perasaan. Bahkan orang gila sekalipun juga masih sadar akan perasaannya.
Manusia itu egois, manusia itu serakah, manusia itu sombong!!
aku juga manusia. Aku egois, kadang serakah, dan juga sombong. Sangat sering.
Aku tidak pernah merasa sebagai yang paling benar atau bagaimana, aku hanya kurang setuju dengan pernyataan ini,
“aku tidak dilahirkan untuk menyenangkan kamu, jadi kalau gtidak suka sama kepadaku, that’s fine?!”
“aku lebih mencintai diriku sendiri, persetan dengan komentar orang”
“ini hidupku, aku yang menjalani,jadi kalau tidak tahu apa-apa, janganlah sok sibuk mengomentari hidupku!”
Oke, kita memang dilahirkan tidak untuk menyenangkan hati orang lain. Tapi kita dilahirkan untuk bisa hidup dalam damai bersama orang lain kan? Lalu dengan kita melakukan sesuatu yang membuat orang lain kesal? Untuk apa? Apa itu mendamaikan? tidak kan???
Kita boleh dan bebas untuk memikirkan perasaan kita,
perasaan kita sebisa mungkin diutamakan.
Tapi apakah perasaan orang lain juga tidak penting?
Kita tidak bisa hidup sendiri. Jagalah perasaan orang, jalin hubungan yang baik dengan orang, berdamai dengan sesama, dan jangan ragu, dengan rendah hati berubah apabila ada orang sekitar yang terganggu dengan sikap kita.
Saat memikirkan perasaan, cobalah cara ini. Menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, dengan orang banyak, maka dengan sendirinya perasaan kita akan bahagia. Semuanya akan kembali ke kita. Egoisnya, kita membagiakan orang lain, dan bahagia itu akan kembali ke kita. Egois yang membahagiakan..
mari mencoba, pikirkan juga perasaan orang lain. :D